-
Poppularity : 0.0896% of 332Pages
Total View : 913Votes 0.00 (0 Participant)
IP Unique : 516
Page Age : 544 Days

MLS atau Metro Lintas Sarana. Perusahaan Kurir Expedisi dengan mayoritas Client Perusahaan Bank. Lokasi sekitar 1Km kebelakang Patung Pancoran.
Aktifitas Sebagai Finishing, Rehabilitasi, Tata Ulang Ruang, Pemasangan AC, Yestafel, dan Terutama Pengecatan.
Bekerja NCS dan Andi Arta di Slipi namun lebih memilih Aktifitas Rehab Kontruksi tersebut. Menguasai seluruh Rumah Dinas Jakarta Timur, terutama Puskesmas, Termasuk Rumah Bersalin.
Pekerjaan Rehab didapat dari Pak Edi. Pak Edi memiliki relasi Pak Lili. Pak Lili merupakan Asisten Gubernur DKI dimasa itu, Anies Baswedan. (baru dekat Asisten, Gubernurnya Gimana Kekayaan).
Mas Heru sedang Merencanakan Job. Dengan Sahabatnya Pak Zaky asal Palembang (seusia Benny). Yaitu mendirikan Usaha Kurir.
1 tahun berlalu, Zaky konsen Studynya terlebih dahulu di Prancis sebelum membuka usaha Kurir.
Zaky, Heru, dan Benny memulai Usaha Kurir. Diberi nama MLS (Metro Lintas Sarana) dengan Permodalan 200juta. Termasuk Mobil yang dipergunakan PickUp mengambil barang, dibelikan sekitar 3 minggu oleh ayahnya seorang Jendral setelah Permodalan Perusahaan Kurir.
Zaky nggak bisa nyetir, keseharian menggunakan Motor Sport 5.000cc yang Stangnya nggak bisa dibelokkan.
Pak Eko Manager PANIN Bank berhenti bekerja perusahaan bank, bergabung dengan Zaky dengan menambahkan Infestasi MLS.
Pak Eko Basenya Militer, TNI. Keluar kemiliteran Medal Of Honor, Adu Gengsi. Pangkat, Kecewa.
Pak Eko asal Semarang yang Menyatu Kehidupan Benny. Usia Kecil dan Perpolitikan setelah di Curup.
Lumayan Nyaman Bersahabat MLS, tidak seperti 5 boom sekitar, termasuk Bom Mobil Jalan Raya Slipi, Hotel dan Terminal.
Awal hanya sendiri di MLS. Tidur dikantor. Hingga ditemani 2 Family Pak Eko. Puji dan Satunya Lupa Nama (sebut saja L). Sembari menunggu beberapa Staft Kekurangan. Hingga membeli Pak Agus Kumis dan Wawan dari NCS.
Meski belum bekerja. Baru sedikit Client. Zaky memberikan Uang terhadap Kami ber3.
Terdapat 2 tempat Makan dekat Kantor. Benny memilih lokasi yang agak Jauhan, selain Nyaman, menu pilihan. Sedangkan L lebih menyukai tempat Terdekat, Pelayan Wanita Idola, Ramai dengan Berkumpulnya Pria dan Tukang Ojek.
Jam 8 malam L berlari masuk Ruang. Benny keluar terdapatnya 2 Pria dengan Kemarahan. Mana L! Keluar! sambil menendang-nendang Teralis Besi.
Pria Marah tersebut telah membersihkan Saku diBajunya, Dompet, Ponsel, Kunci, dikeluarkan buang. Hendak Menerjang L.
Tunggu yah! ujar salah satu Pria Marah sambil Meningalkan Lokasi yang tidak dapat masuk terpagar Pagar Teralis Besi.
Hitungan Detik, bertambah 3ornag, 4orang, 5orang, dengan marah Menghampiri.
2orang marah tersebut, Zulfikar dan Harun. Warga Pribumi kebetulan Akrab dengan Benny.
Zulfikar Marah namun Bermain Mata dengan Benny, menarik dalam Ruang, hanya terdapat Kami ber2, Zulfikar berujar dengan Berbisik dan Cepat. Y sedang mengumpulkan Banyak Orang, Cepat Sembunyikan Amankan L!
Benny masuk Ruang.
L raut ketakutan cemas menanyakan, bagaimana diluar Ben!
Berebut Wanita! ujar Benny, L terlihat Malu. Benny menanyakan Zulfikar, Orang Baru Belagu, sok kaya, ngambil Wanita Orang (ujar Zul).
Puji sedang Sholat hajat dalam Ruang, melihat Benny memberikan Samurai. sedangkan L menganjurkan Balok Besi.
Jam 9 Benny menelpon Heru.
Heru Marah, ngapain Kamu ikut Campur! bikin masalah siapa, biarkan saja. Menyingkir!
Berencana Keluar namun Warga berhasil memasuki Ruang.
Benny naik ke atap Genteng bangunan 2 lantai, melompat-lompat antar Genting agar tak terlihat, hingga mencapai Jalan Raya. DiJalan Raya mendapatkan Taxi, memanggilnya hingga keLokasi.
Warga masih berkumpul namun berdiam diri dengan Kemarahan sambil mengamati Tempat Kami.
Jarak dekat dengan Pintu, Benny berhasil Meloloskan L dengan berlari bergegas Masuk Taxi, Melarikan Diri. teserah Kemana, teserah mbayar Taxinya, terpenting Pergi Jauh-jauh lari. berpesan.
Jam 10 Polisi datang. yah, terlambat. kenapa nggak sedari tadi cepat-cepat.
Ngumpulin Personel Susah, mobil buat garong-perampok sedang dipakai pula. ujar Polisi.
sehingga hanya Bercengkrama dengan Polisi. bagaimana Matraman.
hanya anak-anak Dugem, Trektrekan.
Sehingga susah Uang ?
Susah, rokok aja nggak ada. Berbarengan dengan Benny.
Cengkrama agak lama Sambil Istirahat Polisi tersebut hingga pukul 3 malam. Ternyata Mengenal Pak Eko. Mungkin ada yang melaporkan atau Pak Eko mendengar Keributan.
