-
Poppularity : 0.1041% of 332Pages
Total View : 1127Votes 0.00 (0 Participant)
IP Unique : 638
Page Age : 490 Days
Kalangan Berdasi mencangkup : Pejabat, Pengusaha dan Kader Politik.
Preman tanpa mengerti Hukum, cenderung Menentang Aturan atau Tanpa Memperdulikan.
Sedangkan Kalangan Berdasi Memanfaatkan Hukum.
Kasus Brutal Aksi
1. Preman
Suara parau, Wajah beringas codet, Pribadi buruk atau ditakuti Masyarakat.
Stasiun Kereta Api Gombong saat Korban turun Kereta malam hari, hendak menuju Terminal Angkitan Umum Dipalak* Preman.
Bukan hanya Uang dirampas, dipukuli, kulit disteples, sayat-sayat Pisau, dikencingi.
Selain Gombong banyak juga terjadi di Area Bandung.
*Dipalak : Meminta Uang dengan paksa.
Latar belakang : Miskin, Kemarahan, Kekurangan Uang.
Pribadi terbentuk Lingkungan semenjak Usia Remaja. Semakin Dihukum bertambah mengenal, belajar dari kesalahan. Tanpa membuat Efek Jera hanya semakin Kemarahan.
Cartel Narkoba
Mexico El Chapo : Orang direbus hidup-hidup didalam Tong/ Drum. Anaknya Usia Balita Dimutulasi didepan Orang Tuanya, hingga Mati Anak tersebut Mayatnya Dibakar.
Video 1990. Mesin Penghancur Pohon Kayu dalam hutan dipergunakan Melebur Manusia.
Cartel Narkoba merupakan Tertinggi kelas Preman. Dengan memiliki Relasi kalangan atas.
Logikanya. Maling kelas rendah aja Pintar, tidak pintar Mudah tertangkap. terlebih Berfinansial lebih (Cartel).
Latar :
Lihat berbagai kasus Brutal Cartel, kesemua dengan sengaja terekam Video, disebarkan. Berdarah dingin, bahkan tertawa saat eksekusi Korban. Tersebut sebagai Ancaman. Terutama Wartawan sebagai Korban. Sedangkan Korban lebih berat lagi terdapatnya Melanggar Aturan Antar Chartel (sesama Cartel) halaman Benny Blanco From The Bronk Bos Chartel.
2. Berdasi, Pejabat, atau Kalangan Atas
Pembunuh Bayaran
Mendapatkan Pembunuh Bayaran mudah, bahkan 2011 Kreatifnya dihadapan Komputer Online berkreatifitas Membuat Situs Web PembunuhBayaran Online. Tersebut dimediasi Televisi. Heboh Pembunuh Bayaran Online.
Tersebut bukannya membuat Laku Konsumen bantuan Marketing Televisi, keterlibatan Tv hanya mengikuti Pembayar Acara. Perpolitikan.
Seorang Pembunuh Bayaran tanpa mengenal Siapa Bosnya. Usai Job pergi ke Kota, Jakarta, Palembang, atau Medan. Hingga 2 atau 3 tahun. Berpostur Kencang, atletis. Keseluruhan berprofesi mantan Militer berhenti tugas. Banyak Job terutama Bodyguard paruhwaktu saat TNI. Sangat mahir membaca Situasi atau Medan.
Pemantauan Matang Korban selama 3 hingga 4 bulan sebelum Eksekusi. Mengamati Kebiasaan Aktifitas Korban, Menyamar Tukang Sampah, Kebun, Sales, hingga menetap diPlafound Rumahnya beberapa hari.
Bosnya
Mendengar SiX Korban Pembunuhan, dengan cepat dan marah. Cepat Tangkap! mengeluarkan banyal Uang, mengerahkan Personel. Moral merupakan Utama.
Aturan, Hukum, Teritori, sebagai landasan. Memilikinilai Mahal.
Antar lawan main saling berjabat tangan, saling senyum, meski Kebencian sangat. Melebihi nuansa Office Metropilitan. Bekerja secara Hukum Aturan dan Perjanjian.
Percaya Anda akan Hukum ?
Sebab patuh Hukum ?
1. Negara terbentuk berlandaskan Ideology Masyarakat.
2. Partai Politik Menghimpunnya.
Negara memberi Aturan Partai Politik.
Berikut merupakan Photo Militer Drug Cartel.
Negara kewalahan menghadapi Militer Canggih.
Dari Seragamnya jelas, terstruktur.
Sekiranya masih Awam bertanya, Darimana mendapatkan Persenjataan ?
Lihat berbagai Peperangan. Bisnis Jual Beli Senjata melalui Kalangan Atas* yang Tanpa Dapat Disentuh.
*Kalangan Atas : Eksekitif atau Membuat, Mengawasi aturan.
