Wajibkah Puasa Ramadan Aktifitas Bekerja ?

  • Benny
  • | Wajibkah Puasa Ramadan Aktifitas Bekerja ?
joint : 07 Dec 2022



Artikel Tags :

  • Poppularity : 0.1912% of 321Pages

    Total View : 2017
    IP Unique : 1036
    Page Age : 795 Days
    Votes 0.00 (0 Participant)
  • 0 0 respond: 0
    sbRespond: 0
    0 0
    peserta

Bagi kehidupan Kami khususnya Lingkungan/ Kalangan Pengusaha merupakan Malu, primitif.
Sebagian besar mereka Berpuasa dirumah, ikut Sahur, Berbuka. Namun bersama rekan kegiatan kerja bebas konsumsi, ke rumah makan.

Kepemimpinan GusDur (Abdurahman Wahid) memberlakukan Libur sebulan penuh saat Ramadhan. Kesalahan besar, produktifitas menurun. Uang dan Produktifitas Manusia merupakan Kekuasaan atau Penguasa.

Puasa, namun Aktifitas menurun, loyo lesu, tidur di masjid. Sedangkan mencari nafkah lebih penting. Sehingga nggak perlu puasa. Tanpa perlu dipaksa. Tuhan tidak menginginkan tersebut.
Manusia yang Mualaf atau Mulai memasuki Islam diusia tua Keimanannya lebih tinggi, bahkan mengalahkan ustad yang hafal berbagai dalil, syariat. Doa mereka lebih makbul, aura cemerlang keputihan. Mungkin Malu atau Risih Pikiran. Dengan Khusyu (bersembunyi) Ibadah (dimasjid jauh rumah) diluar wilayahnya, memperbaiki Ibadah syariat maupun Perilaku. meski tingkahnya Tetap teman-temannya yang lama. Mereka lebih matang.

Kembali kefitrahnya Manusia, dengan fikih ajaran. Sukar pemikiran.
Hari ni dapat 100ribu, buat bensin, uang saku anak, dapur. Terdapatnya sisa sekian, buat esok. Merupakan kesalahan, sebab masih menyisakan. (Sukar pemikiran: yang berfikir sisa Menabung Salah).

Islam Muslim Kami yakin semua paham. Paling sukar Berhaji, alasan Uang.
Umat kurang menikmati Puasa,.. sehingga Berhaji anggap bentuk Panggilan. Dengan pemikiran Kenikmatan tersebutlah bagian Haji.

Islam mewajibkan Pintar, Berpolitik. Kami lupa disebabkan bukan basic, melainkan usia belasan. Sehingga hanya teringat Secara Garis Besar.
Berpolitik dalam Islam. Sebagai Pengingat:
-Rasul membunuh semua tawanan Perang.
-Rasul dengan Keimanan tertinggi no1 Abu Bakar Memblokade Asupan Makanan dan Air bala tentara lawan sehingga Kalah dalam Pertempuran. Atau, Menyamar sebagai Musuh dengan Menyembunyikan Temannya dalam Kejaran.

Kehidupan Kami. Bahkan belum khatam Quran. Usia Semarang memanggil Ustad dan Guru ngaji prifat kerumah. Berpindah ke Gombong kampung halaman nenek tetap Pemanggilan namun Perekonomian Keluarga menghentikan. Sehingga tidak diajarkan Bergaul Sekitar.
Padepokan Kami banyak, berbagai Pesantren. Paling menyukai saat Kami menanyakan berbagai pertanyaan.

Kami 2012 hingga kini sebagian besar makan sekali dalam sehari semalam, sangat terhinakan. Menganggap gila dan sebagainya tanpa terpedulikan (tak penting mereka semua, Kami Matang dan Prinsiplah sebagai Tujuan) berdiam dalam 1 ruang 1 tempat. Namun tanpa niatan Puasa. Terlebih perjalanan Gombong-Jakarta Berjalan kaki bersepeda. Dikeroyok Orang, Preman, sekedar mencari uang. Pingsan mungkin koma ditolong orang kelaparan, energinya banyak Perjalanan tanpa asupan Makanan.
Segi Kebaikan:
-Makan Minuman kini Porsi Banyak. sangat laparnya, sekitar menyebutnya PUNK.
-Magh sembuh. apa saja dimakan. Doyan,..
-Alergi Udang. Yang dulu gatal bintik-bintik konsumsi Udang, kini siuman.

Relefant Room