-
Poppularity : 0.1026% of 328Pages
Total View : 1231Votes 0.00 (0 Participant)
IP Unique : 524
Page Age : 469 Days
Tadinya Status berencana akan berjudul Pemerintah menyediakan Selir para Pejabat. Terencana dalam benak saat halaman Turun Gunung.
Terdapatnya kedapatan Pejabat mesum, menjelaskan tersebut tentang Kewenangan dan Tanggungjawab. Terutama sebagai Pembuat Aturan atau Hukum terhadap Masyarakatnya. Terlebih Basisnya Pemerintah menyediakan/ menjamin Financial, Hari tua (asuransi) termasuk Pengobatan, serta Pendidikan anak-anaknya.
Berbagai Rekan memasuki tempat hiburan hanya sebagai Stimulasi pemikiran masyarakat Saat bertemu Pengusaha. Sehingga teramat minimnya Pemikiran Tersebut.
Cicak lawan Buaya kasus populer Susnoduaji aja nggak paham, beralaih materi Manusia Miskin dan Kaya dalam Utopia.
Tersebut Penting. Kerusakan Penguasa merupakan Penyebab berbagai Bencana.
Partai PDI atau Golkar memiliki berapa Pejabat ? Masing-masing Pejabat bertanggung jawab terhadap seberapa banyak Kehidupan Jiwa Manusia ?
Dalam Spiritualisme Keimanan.
Manusia lahir tanpa bekal, pakaian, ataupun teman. Namun Orangtua memberi Rizky yang masing-masing berbeda. Bukan hanya Harta, Didikan, dna orang tuanya melalui pembentukan yang tidak singkat.
Penggabungan Halaman Benarkah Ilmu tertinggi Ikhlas dengan Allah Mengabulkan Doa Umatnya.
Benarkah Ilmu tertinggi Ikhlas.
Meneladani Khalifah Islam saat ditunjuk Pemimpin (Khifalah), Menangis. Beban Pekerjaan tanggung jawabnya. Dalam Al-Quran juga Iqro (baca), ayat awal. Bekerja dengan seksama (Kuasai) selama dikaruniai Usia. Khalifah Umar menghilangkan Kantuk mengolesi Garam Matanya dimalam hari tetap bekerja Melihat Masyarakatnya.
Allah Mengabulkan Doa Umatnya.
Menghilangkan Egoisme (Aku).
Didikan Orang Tua, Lingkungan. Merupakan terbentuknya sebagai Manusia.
Orang Miskin Mati.
Hanya kerabat berdatang.
Orang Kaya Wafat.
Berdatangan luar Kota, Gift Parcel Bunga Duka.
Dimana ajaran Islam, Wafat meninggalkan Yang menDoakannya ? sedangkat Muslim tidak mengajarkan Disembah Dipuja. Sekiranya Ku Wafat, biarkan Makam tidak ditemukan. Doa tersebut hanya akan Menghidupkannya. Manusia berusaha sendiri dengan yang telah diajarkan. Terkecuali Mendoakan Ampunan terhadap Allah.
(tidak menyinggung Jawa, berbagai).
Rasul hinggap Perjalanan pada Rumah Berlantai 2. Anak penghuni Rumah yang masih kecil bercerita, Ia dan Ayahnya tidur diluar. Tersebut kata Ayahnya agar Rasul tidak terkena debu saat aktifitas dilantai 2. Maka Rasul para Sahabat dengan senang Menetap diluar Rumah.
Islam Radikal merupakan Islam yang tidak dapat menerima Lingkungan luar. Organisasi kecil berbagai Wilayah.
Islam Ortodok. Terhimpun dalam Kesatuan, tersebar berbagai Organisasi berbagai Negara. Terbesar malah Cristian Ortodok.
Definisi Miskin
2011 tepatnya kedatangan Tangerang Kelapa Dua dapat mengartikan (memahami) Miskin.
Saat berada diCurup sebelum kedatangan keTangerang, tawaran Rekan Jabatan, beberapa Pengusaha jalinan kerjasama. Sebelumnya Tidur mengurung diri dikamar selama kurang lebih 1 tahun, Rekan datang serta berbagai adanya Marah. Desa Talang Benih terutama Kerabat cemas dengan tersebut. Berbagai menghibur saat Keluar, sapaan, menanyakan keadaan, tingkah lucu balita, membawa anak bayi. Bahkan banyak Mengikuti Jejak dengan Mengurung Diri dikamar.
KeTangerang Kelapa Dua Islamic 2011. membatalkan semua Kegiatan diCurup. Sempat bekerja Buruh Kuli Gedung beberapa saat di Tangerang.
Mak. Sebutan Ibu, Benny menyapa. Beberapa Orang tertawa mendengar, Make, mldma dadad! sambil tertawa menirukan. Mungkin terdengar lucu/ asing.
Mak berasal dari Curup, Mamak. Bukan Make Jawa.
Termasuk Loak! menyebut. apasih Loak, mencari browsing dapat Pasar Loak. Padahal sama hidupnya (dengan siPenyebut).
Berbagai hinaan.
Miskin Kaya semuanya Sama, namun bukan berarti Allah hanya Melihat Tingkat Keimanan. Tersebut hanya dapat dipahami bekerja Lapangan, fisik, dalam tanggung jawab.
Awal Pemekaran Muara Aman Lebong Bengkulu ikut membantu PLN Pemasangan KWH Desa. Jam 5 sore berhenti bekerja, Bertemu Bos, Bosnya marah, berujar Orang ndak Masak, makan, mandi! disuruh menlanjutkan memasang listrik.
Terlebih Perpolitikan, terutama Wartawan dalam memiah Media. Tower meresahkan Warga, Pembangunan Rusun menyalahi Pasal X hunian Produktif, Kontruksi memalukan. Berbagai Profokasi Warga atau Pemerasan Pejabat dan Pengusaha.
Terdengar Mudah, namun Seorang Komandan Perang dengan senang hati meletupkan senapan ditubuhnya dalam keadaan Anak buahnya Terhimpit, tewas.