-
Poppularity : 0.0218% of 332Pages
Total View : 253Votes 5.00 (1 Participant)
IP Unique : 154
Page Age : 45 DaysQuest-291 Indonesia vote : 5
Sakti tanpa Mantra atau Ajian, Berkuasa tanpa harta.
Di China terdapat bagunan tinggi Pagoda, hanya sebutir manusia penghuni, makannya hanya Buah. Merenung, pertapa.
Dalam muslim lebih canggih pelajaran tersebut. Fikih bukan Lantunan Syair, Pahami secara mendalam. Berpuasa, mengingat Allah sang khaliq harus betul-betul Mendalam, mendapatkan kenikmatan keimanan.
Untungnya dalam kajian, Sebutir saja manusia seperti tersebut, kehidupan Bumi Takkan Musnah Binasa. Layaknya Membunuh Sebutir Muslim sama saja Membunuh Semua Muslim.
Pahami tersebut yang di Era Kini sukar masih terdapatnya manusia dapat memahami :
Hidup hanya sebatas Numpang Minum.
Hidup sesungguhnya Diharinanti, Dapatkah kalian Memahami ? Bukan Teroris.
Rutinitas berpuasa mendapatkan manusia Pelit, Keji, Mengfatwa Manusia. Sebab, Setan Pengganggunya Lebih Besar. Allahu akbar! siapa kalian benci ? bukan Manusia, melainkan kasihan dengan Manusia Tersebut tanpa Keimanan, bahkan Atheis.
Saya beli duku sekilo busuk! setan Penjualnya Menipu!
Dapatkah mampu berfikir, Sipenjual lebih Pusing, beli Sekarung Busuk semua. (maksutnya Dahulukan Kepentingan Oranglain)
Iqro (baca) kalimat Awal Kitab Muslim, bukan Alquran, melainkan Kehidupan. Hafi atau Pelajari Renungi serta Sematkan semua disekitar. Masuk desa 1, masuk desa 2. Perbaiki, memberikan bantuan, Benar-benar Tanpa Pamrih, Penjernihan Manusia.
Semua Khalifah Rasul Kaya, namun Semua Harta kekayaan diperjuangkan Perjuangan Islam, memberi yang lemah, memberi yang bodoh (dipintarkan).
Hadiah, Wajib menerima, anggap sebagai Aliansi Perpolitikan, Namun benar-benar Beban Menerima Tanggung Jawab Hadiah tersebut.